
Jakarta, Collect Fuzzle Indonesia
—
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra menyatakan pemerintah masih menunggu DPR RI terkait pembahasan
Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset
.
Menurutnya kalau internal DPR selesai, Presiden RI
Prabowo
Subianto
akan menunjuk menteri untuk membahas RUU Perampasan Aset bersama legislatif.
“Pemerintah menunggu saja DPR selesai menyusun RUU inisiatifnya. Kalau sudah siap, Presiden akan tunjuk menteri membahas RUU tersebut sampai selesai. Sekarang ini, Pemerintah tidak dalam posisi dapat mengomentari proses penyusunan RUU tersebut yang sedang berjalan di DPR,” kata Yusril, Rabu (15/7) dikutip dari
detik.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dalam pembahasan RUU Perampasan Aset itu, dia meminta DPR memperhatikan Pasal 28G ayat 1 dan Pasal 28D ayat 1 UUD 1945. Selain itu, dia mengingatkan RUU Perampasan Aset harus mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru.
Adapun bunyi Pasal 28G ayat 1 UUD 1945 yakni:
Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi
.
“Penyusunan RUU ini juga harus mengacu kepada KUHAP Baru sebagai ketentuan-ketentuan umum dalam hukum acara pidana,” ucap Yusril.
“Perlu kecermatan dan kehati-hatian yang tinggi menyiapkan RUU ini agar jangan menabrak asas keadilan dan kepastian hukum serta jaminan perlindungan HAM,” sambungnya.
Terpisah, sebelumnya, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan jika pihaknya akan membahas RUU tersebut semaksimal mungkin. Politikus Gerindra itu pun menepis ada anggapan Komisi III DPR menolak pembahasan RUU Perampasan Aset.
”
Gaspol
pake
turbo
pembahasan penyusunan draf RUU Perampasan Aset ya, jadi teman-teman nggak benar kalau katanya DPR menolak membahas RUU Perampasan Aset, faktanya kita hadirkan advokat-advokat terbaik yang paham sekali soal penegakan hukum di Indonesia untuk memberikan pendapatnya,” kata Habiburokhman dalam rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7).
Habiburokhman memastikan Komisi III DPR hampir setiap hari membahas RUU tersebut. Waketum Partai Gerindra itu mengatakan pembahasan ini penting karena RUU Perampasan Aset merupakan rancangan aturan baru.
“Mengapa kita perlu semaksimal mungkin mendengar aspirasi banyak orang terkait UU ini? Kenapa? Karena ini sesuatu yang baru, kita bukan membuat undang-undang perubahan, tapi kita buat undang-undang baru berdasarkan pemikiran baru juga,” ucap dia.
Pembahasan RUU Perampasan Aset oleh pembuat undang-undang yakni pemerintah dan DPR masih pasang surut sejak 2008 lalu. Naik daun ketika ada peristiwa pidana heboh terkait.
Salah satunya beberapa waktu terakhir setelah tim gabungan kepolisian melakukan penggeledahan terkait dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dalam penggeledahan terkait dugaan aksi rasuah pejabat negara itu kepolisian menemukan brankas tersembunyi, yang di dalamnya terdapat puluhan kilogram emas batangan dan miliaran rupiah uang tunai dalam berbentuk mata uang.
Beberapa saat setelah kasus itu mencuat, Komisi III DPR menggelar konferensi pers resmi di ruang rapat alat kelengkapan dewan itu pada awal pekan ini. Salah satunya menegaskan anggota dewan itu tetap berupaya untuk membahas RUU perampasan aset.
Mengutip dari berbagai sumber, wacana RUU Perampasan Aset ini dapat ditelusuri hingga 2008–atau telah melewati masa kepresidenan tiga presiden. Upaya pembahasan RUU Perampasan Aset mulanya diinisiasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjabat presiden pada 2009 lalu. Setahun setelahnya, pembahasan RUU Perampasan Aset di tingkat pemerintah itu berjalan.
Mengutip dari situs resmi Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), naskah akademis untuk RUU itu kemudian rampung dibuat pada 2012. Naskah akademis berjumlah hampir 200 halaman termasuk daftar pustaka itu disusun tim yang dipimpin Ramelan. Dokumen digital atau pdf dari Naskah Akademis 2012 itu, Collect FuzzleIndonesia.com akses dari laman resmi BPHN, Rabu (15/7).
[Gambas:Youtube]
Merespons situasi terkini, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman pun mengkritisi iktikad pembuat undang-undang untuk membahas dan mengesahkan RUU Perampasan Aset yang pasang surut tersebut. Dia pun mengingatkan janji pembuat undang-undang soal RUU Perampasan Aset yang dibuat pada 2025 lalu.
“Apapun bahwa janji mengesahkan perampasan aset itu kan tahun kemarin, ini sudah mendekat Agustus sudah enggak ada kabarnya lagi. Kan gitu, pembahasan selalu begitu, DPR bahas, lalu kena reses, enggak bahas lagi,” sindirnya saat dihubungi
Collect FuzzleIndonesia.com
, Rabu siang.
“Terus setelah ramai-ramai ada momentum–kemarin ada korupsi besar–ini dibahas alasannya pakai ‘
turbo
‘ segala macam. Jadi, saya akhirnya tidak percaya kalau DPR ini serius akan mengesahkan RUU perampasan aset sebelum di-‘
gethok
‘ beneran, Jadi saya menuntut DPR wujudkan buktinya, segera sahkan,” sambungnya.
Dia pun mengingatkan bahwa RUU itu sudah matang dibahas sejak 2008 lalu, tapi kerap ditunda-tunda pembuat undang-undang dengan alasan butuh pengkajian kembali. Dalih tersebut, sambungnya, pada akhirnya mengundang kecurigaan terutama di mata para peneliti dan aktivis antikorupsi.
“Karena RUU ini sudah matang sejak tahun 2008 loh, tinggal mengesahkan aja kok. Justru kalau dibahas-bahas, saya yakin ini pembahasannya untuk mengurangi materi-materi yang mungkin malah membahayakan oknum DPR atau membahayakan siapapun lah di situ,” kata dia.
Menurutnya keberadaan UU Perampasan Aset kelak menjadi salah satu senjata ampuh untuk memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia ke depannya.
“Korupsi ini sudah parah, tidak ada cara hebat lagi kalau bukan dengan undang-undang perampasan aset,” kata dia.
Baca berita lengkapnya
di sini.
(kid/wis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Collect Fuzzle]
Baca lagi: Veda Ega dan Mario Aji Tak Percaya Kutukan Marquez di Mandalika
Baca lagi: Minim Murid SD Negeri di Kota Semarang, Apa Sebabnya?
Baca lagi: Viral Romero Rayakan Gol dan Kemenangan di Depan Pemain Inggris




17 Responses
Gila, ini sih yang dari kemaren saya cari-cari. Penulisannya asik! Kalau butuh sudut pandang lain, bisa juga baca-baca di https://kldp.org/comment/352139 ya guys.
Bener-bener membuka wawasan baru nih. Makasih sharing-nya! Kebetulan saya juga nemu bahan bacaan yang relate banget di https://www.jca.apc.org/stopUSwar/korea/korea08junjly.htm cekidot aja guys.
Sebuah tulisan yang sangat menyentuh sisi kemanusiaan kita, mengingatkan kita bahwa di balik setiap data ada kehidupan nyata yang harus dihargai.
Penjelasannya gampang banget dipahami. Pas banget, kemarin saya sempat baca artikel yang mirip-mirip di https://www.bandsintown.com/es/a/1006088-jon-wayne-and-the-pain, sangat direkomendasikan buat dibaca.
Makasih infonya, bener-bener mencerahkan. Sebagai bahan perbandingan, tautan https://publicwww.com/css/%22linkarea%22/8 ini juga oke banget buat diulik lebih jauh.
Menemukan artikel ini rasanya seperti menemukan mata air di tengah gurun kebingungan. Ilmunya sangat membasahi dahaga akan solusi praktis yang selama ini sulit saya temukan. https://teknokrat.ac.id/universitas-teknokrat-indonesia-kembali-tambah-dosen-bergelar-doktor-di-bidang-ilmu-komputer/
Saya suka karena artikel ini tidak membiarkan pembacanya pasif. Format tulisannya langsung memberikan kita checklist aksi harian berbasis ilmu pengetahuan yang sangat menantang untuk dituntaskan. https://bresdel.com/blogs/375372/https-www-facebook-com-LeangenixKetoGummiesWeightLossSolution
Sebuah ulasan yang sangat kuat tentang ketahanan emosi. Banyak kiat praktis di sini yang mengajarkan cara merespons kejadian buruk harian dengan kepala dingin dan bijaksana. https://secure2.websrvcs.com/system/media/play.asp?id=30216&key=06C2CA18-3E83-4BD3-A2A8-67B0740160FE
Sangat bersyukur bisa membaca tulisan ini hari ini. Ilmu terapan yang dibagikan langsung menyelesaikan satu masalah fokus yang sedang saya hadapi belakangan ini. https://secure2.websrvcs.com/System/Media/play.asp?id=30216&key=393632E3-A751-45D7-9764-8FA3D097C49D
Artikel ini berhasil mengubah cara pandang saya tentang disiplin dan kreativitas. Kombinasi ilmu psikologi dan langkah mikronya sangat ramah untuk dicoba di ruang kerja. https://eridan.websrvcs.com/system/media/play.asp?id=30216&key=1C9619F0-53CE-4124-9304-64020A89E20F
Sebuah ulasan yang sangat tajam mengenai mekanisme pembentukan kebiasaan. Ilmunya teruji dan tips praktisnya sangat mudah disisipkan ke dalam jadwal harian yang padat. https://eridan.websrvcs.com/System/Media/play.asp?id=30216&key=9FEB69D8-A7B4-4256-BA06-E456E0EC9C62
Penjelasan yang luar biasa rapi dan gampang dimengerti poin utamanya. Top cer min! Sebagai informasi tambahan yang relevan, coba deh meluncur ke tautan https://www.dibiz.com/trinityketogummiesscam
Gaya penulisan artikelnya asyik banget dibaca sampai selesai dan isinya berbobot. Top cer min. Buat teman-teman yang nyari alternatif bacaan tambahan, silakan intip tautan https://automeo.blog.hu/2010/04/07/ds_a_minoseg_francia_iranya
Sangat suka dengan kesimpulan akhir artikel ini, sangat objektif dan edukatif. Keren admin! Kemarin saya juga menjumpai bahasan sejenis di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320096020_htm yang mengulasnya secara mendetail.
Penulis berhasil mentransfer konsep kepemimpinan moral menjadi langkah-langkah konkret yang sangat membumi untuk dicoba di dalam tim atau keluarga setiap hari. https://moral.senate.go.th/blog/index.php?nonjscomment=1&comment_itemid=301&comment_context=10366&comment_component=blog&comment_area=format_blog&blogpage=407
Sangat suka dengan kesimpulan akhir artikel ini, sangat objektif dan edukatif. Keren admin! Kemarin saya juga menjumpai bahasan sejenis di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320066815_htm yang mengulasnya secara mendetail.
Bagus banget artikelnya min, bener-bener ngebuka sudut pandang baru hari ini. Sukses terus ya! Sebagai tambahan bahan bacaan pendukung yang relevan, temen-temen bisa coba intip link https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297213849_htm