Mendagri Tito: Penambahan Honorer Jadi Beban dan Bom Waktu di Daerah

Jakarta, Collect Fuzzle Indonesia

Menteri Dalam Negeri

Tito Karnavian

meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk tidak lagi merekrut tenaga

honorer

baru karena bisa membebani belanja pegawai dan menjadi bom waktu bagi daerah itu sendiri.

“Honorer sudah dimoratorium, ini mohon betul untuk seluruh kepala daerah, harus tegas tidak ada tenaga honorer baru,” kata Tito pada rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Senayan, Jakarta, mengutip

Antara

, Senin (8/6).

“Dengan segala hormat pada forum yang baik ini, untuk rekan-rekan kepala daerah tolong jangan ada lagi dulu penambahan honorer karena akan menjadi beban, beban biaya belanja pegawai dan jadi beban kepala daerah berikutnya, bom waktu,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Tito, tenaga honorer di bidang administratif cenderung tidak kompeten. Selain juga menyinggung rekrutmen yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Kalau untuk yang tenaga administrasi, seringkali tidak kompeten, tidak memiliki kapabilitas. Mungkin bawaan dari pejabat-pejabat sebelumnya, kepala daerah, tim sukses dimasukkan di sana, datang jam 08.00 pulang jam 10.00, jadi beban,” ucapnya.

Tito menambahkan tenaga honorer yang terus bertambah dan menumpuk hingga akhirnya menuntut kepastian status untuk diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) maupun pegawai negeri sipil (PNS).

Kendati demikian, Tito menegaskan tenaga kerja yang sudah direkrut jangan diberhentikan karena pemerintah tidak ingin menimbulkan keresahan di kalangan pegawai.

(tim/dal)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Collect Fuzzle]

Baca lagi: FOTO: Flash Mob Para Penari di Pasar Baru

Baca lagi: FOTO: Spanyol Hajar Peru 3-1 Tanpa Yamal di Pemanasan Piala Dunia

Baca lagi: DPR Mendadak Ubah Masa Pensiun Kapolri Jelang Paripurna RUU Polri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: