
Jakarta, Collect Fuzzle Indonesia
—
Anggota Komisi VI DPR RI Rachmat Gobel
mendorong agar sengketa di Laut China Selatan (LCS) diselesaikan dengan jalur dialog antar negara yang terlibat.
Ia mengingatkan perdamaian akan menjaga stabilitas kawasan ASEAN, termasuk untuk sektor perdagangan.
“Sebagai negara sahabat, kami di Indonesia mendorong agar penyelesaian konflik Laut China Selatan bisa menggunakan jalur-jalur dialog,” kata Gobel dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sengketa di Laut China Selatan telah lama menjadi sumber ketegangan di kawasan. China mengklaim sejumlah gugusan pulau dan karang seperti Kepulauan Spratly, Kepulauan Paracel, Kepulauan Pratas, serta Macclesfield Bank sebagai bagian dari yurisdiksinya.
Namun wilayah-wilayah tersebut juga diklaim oleh beberapa negara Asia Tenggara, yakni Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.
Menurut Gobel, penyelesaian Code of Conduct (COC) perlu mengedepankan semangat kekeluargaan antar anggota yang terlibat.
“Apalagi mayoritas merupakan sesama negara satu rumpun, punya budaya yang hampir sama. Kami berharap negara-negara yang terlibat dapat mengedepankan semangat kekeluargaan untuk negosiasi COC,” ujarnya.
Gobel pun sepakat dengan pernyataan dari Menlu Filipina yang menyatakan penyelesaian COC sangat penting tidak hanya bagi pihak-pihak yang terlibat di Laut Cina Selatan tetapi juga bagi komunitas internasional.
“Di tengah dinamik geopolitik di Timur Tengah yang masih belum ada titik temunya dan menimbulkan gejolak perekonomian global, termasuk di ASEAN, penyelesaian konflik LCS baik bagi kepentingan kawasan Asia Tenggara,” kata Gobel.
Sebagai anggota Komisi di DPR yang membidangi urusan perdagangan, Gobel memandang stabilitas di ASEAN sangat penting untuk membangkitkan perekonomian kawasan.
Ia mengatakan saat konflik Timur Tengah yang melibatkan negara-negara barat terus menggerus sektor ekonomi di seluruh dunia, perdamaian kawasan dapat menjadi kekuatan ASEAN.
“Dengan begitu pertumbuhan ekonomi kawasan dapat terjaga, perdagangan di masing-masing negara tetap sehat, yang pada akhirnya membawa kemakmuran untuk masyarakat setiap negara ASEAN, termasuk Indonesia juga,” katanya
Meski tidak terlibat langsung, ia mengatakan Indonesia tetap memiliki peran dalam upaya penyelesaian masalah Laut China Selatan.
“Indonesia lewat berbagai upaya masih terus ikut membantu, khususnya dengan mempromosikan dialog perdamaian dalam konflik LCS, dan bila memang diperlukan, Indonesia bisa menjembatani negara-negara ASEAN dengan China untuk mencari titik tengah terbaik dalam menyelesaikan sengketa Laut China Selatan,” ujarnya.
(yoa/fra)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Collect Fuzzle]
Baca lagi: Usai Lampung, Jokowi Blusukan di Jateng Pertengahan Juli
Baca lagi: Taylor Swift dan Travis Kelce Sumbang Rp467 Miliar Jelang Nikah
Baca lagi: Daftar 10 Paspor Terkuat di Dunia 2026, Indonesia Posisi Berapa?

16 Responses
Wah, tulisannya ngebantu banget buat nambah insight baru. Barusan saya juga nemu http://apranax.free.fr/photo/galeries/galerie01/?p=01&lang=en yang ngulas materi kayak gini dengan detail yang nggak kalah oke.
Penulis mengemas langkah-langkah mitigasi risiko secara gamblang, membuat pembaca merasa aman mengeksekusinya https://www.kufirst.center.ku.ac.th/the-key-points-from-development-to-commercially-available-product-2/
Tidak bikin pusing, penjelasan konsepnya sangat sederhana.https://basicincome.org/news/category/features/opinion/page/73/
Saya langsung paham konsep utamanya setelah membaca ini.https://absurdy.panoptykon.org/comment/50861
Pas sekali dengan apa yang sedang saya cari dari kemarin.https://www.video-bookmark.com/user/ehsafety/
Sangat mencerahkan, banyak ilmu baru yang saya dapatkan di sini.https://www.dovepress.com/hypofractionated-postoperative-helical-tomotherapy-in-prostate-cancer–peer-reviewed-fulltext-article-CMAR
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website https://kldp.org/comment/257222 juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://kldp.org/comment/254980 yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.
Keren ulasannya, daging semua! Pas banget nih, barusan gw juga baca materi yang sepemahaman di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=298931 lumayan buat bahan bacaan ekstra.
Sangat menghargai usaha penulis merangkum hal sedetail ini.https://www.coinbase.com/en-sg/converter/sex/jpy
Terbaik emang artikel-artikel di sini.https://www.coinbase.com/fr/converter/sex/krw
Artikel ini memberikan fondasi pengetahuan yang sangat tangguh, krusial untuk menaikkan standar daya kritis para akademisi https://community.tp-link.com/en/home/forum/topic/199092?replyId=452358
Penulis menggunakan pendekatan deduktif yang sangat disiplin, membuat pembaca mudah menguji keabsahan setiap poin pemikiran https://www.geocities.ws/saintmaryspg/stewardship.html
Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan informasi saya saat ini. Selain artikel ini, saya juga menemukan rujukan pendukung di https://dl.nanet.go.kr/detail/NONB1200923058 yang membahas isu terkait secara ekstensif.
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://www.newdaily.co.kr/site/data/html/2010/10/15/2010101500071.html juga bahas hal yang sama lho.
Pemilihan katanya sangat pas dan kekinian.https://www.coinbase.com/it/converter/sex/krw