
Daftar Isi
Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung
Bupati dan Wakil Bupati Lebak
Bupati dan Wakil Bupati Jember
Jakarta, Collect Fuzzle Indonesia
—
Perselisihan antara
kepala daerah
dan wakilnya, bahkan hingga di ruang publik memicu wacana pemilihan kepala daerah (
pilkada
) tanpa wakil di Komisi II DPR.
Alih-alih berbagi peran, keberadaan wakil kepala daerah juga dikritik karena hanya menjadi ban serep dan alat pendulang suara atau
vote getter
.
Sejumlah anggota Komisi II dari lintas fraksi mengusulkan agar wakil kepala daerah cukup ditunjuk oleh kepala daerah terpilih. Bahkan, kepala daerah atau deputi bisa lebih dari satu sesuai beban tugas atau kebutuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita pilih saja kepala daerah tanpa wakil. Wakil kepala daerah cukup ditunjuk oleh kepala daerah. Ini biar tidak menjadi vote getter saja, kasihan wakil kepala daerah saat ini,” kata anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB, Muhammad Khozin dalam rapat dengan Mendagri 30 Juli lalu.
Bahkan, Khozin mengaku mengantongi data 60 persen kepala daerah memiliki hubungan disharmoni dengan wakilnya.
“Hampir 60 persen data yang kita miliki di daerah itu disharmonis antara kepala daerah dan wakil kepala daerah,” katanya.
Collect FuzzleIndonesia.com
merangkum sejumlah kasus perselisihan dan panas dingin hubungan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Perselisihan itu dipicu sejumlah hal, terutama pembagian tugas yang tak seimbang.
Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo
Ketegangan antara Bupati Sidoarjo, Subandi dan Wakilnya Mimik Idayana kian meruncing setelah mutasi besar-besaran ASN di wilayah mereka pada September 2025.
Mimik memprotes keputusan Subandi yang melakukan mutasi tanpa melibatkan dirinya. Dia menilai keputusan mutasi itu tak sesuai prosedur dan mengancam bakal melaporkannya ke Kementerian dalam Negeri (Kemendagri).
Belakangan, laporan itu resmi dilayangkan pada 29 September 2025 lewat surat bernomor 000.6.3.4/11268/438.1/2025.
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengeluhkan karena dirinya kurang dilibatkan oleh Wali Kota Muhammad Farhan dalam kerja-kerja pemerintahan.
Dalam pernyataan di media pada 6 Juli 2026, Erwin mengaku tak pernah diajak dalam program strategis Pemkot. Mulai dari anggaran, program kerja, hingga mutasi.
“Terus terang saja selama ini saya tidak pernah diajak oleh wali kota dan dilibatkan terkait program di Kota Bandung. Hal ini sebenarnya sudah mulai terjadi setelah dilantik,” kata Erwin.
Farhan membantah pernyataan Erwin. Dia bilang Erwin masih diundang ke sejumlah agenda
lemot
, dan memastikan hubungannya dengan Erwin harmonis. Dia mengakui wakil wali kota tak memiliki banyak tugas, karena hal itu telah diatur Kementerian dalam Negeri (Kemendagri).
“Berdasarkan dari Permendagri, bahwa tugas dari wakil kepala daerah apabila diberikan tugas oleh kepala daerah. Sejauh ini mah tugas yang diberikan memang tidak sebanyak dulu kan, karena sebagian sudah berjalan dengan sendirinya,” katanya.
Bupati dan Wakil Bupati Lebak
Bupati Lebak Hasbi Jayabaya dan Wakilnya, Amir Hamzah sempat bersitegang secara terbuka saat halal bihalal Idulfitri 1447 H dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pendopo Kabupaten Lebak, Banten, Senin (30/3) pagi.
Kala itu, Amir marah karena Hasbi mengungkit kembali kasus korupsi yang pernah menjeratnya.
Dalam pidatonya, Hasbi menyindir Amir beruntung bisa menjabat sebagai Wakil Bupati Lebak. Apalagi, sambung dia, dengan posisi Amir yang merupakan eks napi.
Amir Hamzah diketahui pernah kena jeratan hukum KPK dalam kasus uap sengketa Pilkada Kabupaten Lebak 2013 bersama Tb Chaeri Wardhana alias TCW dan eks Ketua MK Akil Mochtar. Dalam kasus itu dia dia dijatuhi vonis penjara 3 tahun 5 bulan oleh majelis hakim pada 21 Desember 2015.
Belakangan, Hasbi mendatangi Amir pada 1 April. Keduanya terlihat berjabat tangan. Hasbi menjelaskan alasan dirinya mendatangi rumah wakil bupati.
“Saya juga kenapa memberanikan datang ke rumah Pak Wakil karena saya merasa beliau selain wakil bupati juga beliau adalah senior, orang tua begitu,” ujar Hasbi kepada awak media.
Bupati dan Wakil Bupati Jember
Wakil Bupati Jember, Djoko Santoso sempat melaporkan Bupati Muhammad Fawait ke KPK pada September 2025.
Laporan itu dilayangkan Djoko karena merasa dirinya tak pernah dilibatkan dalam setiap program strategis dan pengambilan keputusan penting. Lewat surat tertanggal 4 September, Djoko mengaku tak pernah dilibatkan selama enam bulan menjabat.
Tak sampai di situ, konflik kemudian berlanjut saat Djoko menggugat Fawait di Pengadilan Negeri Jember terkait dugaan penarikan hak dan fasilitas pada Februari 2026. Namun, lewat kuasa hukumnya, Fawait membantah tuduhan tersebut.
(dal/thr/dal)
[Gambas:Video Collect Fuzzle]
Baca lagi: Naskah Wandering Earth 3 Terus Dirombak Imbas Laju Teknologi
Baca lagi: Karhutla Bromo Meluas Hingga 899 Hektare
Baca lagi: Menko Polkam: El Nino Percepat Kebakaran Hutan dan Lahan




6 Responses
untung88 pusat main game online terseru
crazyrich88Pusat nya main game saik banget
Pembahasannya bener-bener berguna dan to the point. Buat yang nemu masalah atau butuh arahan cepat, cus hubungi misteruntung88 link aja.
“Artikel yang sangat luar biasa dan mencerahkan! Saat membaca baris demi baris, saya bisa merasakan betapa banyak waktu, dedikasi, dan riset mendalam yang Anda curahkan untuk menyusun karya tulis ini. Penjelasan yang runtut dengan bahasa yang mudah dicerna membuat topik yang mungkin terasa berat menjadi sangat menarik untuk diikuti. Saya pasti akan membagikan tautan artikel ini kepada rekan-rekan saya karena informasi di dalamnya terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. Teruslah berkarya dan membagikan tulisan-tulisan berkualitas seperti ini!” bejo88
Pembahasan yang sangat mencerahkan dan nambah wawasan. Yuk, yang mau langsung kepoin update terbaru dan nikmati layanannya, cus meluncur ke profit88 gacor .
Artikel ini menjadi bacaan yang bermanfaat karena menyajikan informasi secara lengkap dan ringan. Banyak wawasan baru yang bisa diperoleh dari pembahasannya. Terima kasih atas konten informatifnya. Jangan lupa kunjungi situs kami RAJAEROPA